|
Nimas dan Masayu Robot Penari Asal Bandung
Jumat, 15-September-2017
Nimas dan Masayu adalah robot-robot yang tak kalah gemulai menari bak seorang penari aslinya. Dengan hanya mendengar suara Gending Sriwijaya, mereka seketika mengikuti irama lagu itu dengan menari. Siapa sih pencipta dibalik karya robot Nimas dan Masayu ini? Yuk, simak di bawah ini.
![]() Bandung, Jawa Barat - Kalau belum melihatnya, mungkin kamu akan mengira Nimas dan Masayu ini adalah seorang perempuan! Dugaan Teman APin tidak tepat. Mereka adalah robot-robot yang bisa menari dengan gemulai. Bahkan, gerakan lenggak-lenggok tangannya pun tak kalah dengan penari-penari kondang.
Tapi siapa ya pembuat dibalik terciptanya robot yang pintar ini? Seperti yang diceritakan Detik.com, robot-robot ini merupakan hasil karya dari kakak-kakak kita di kampus ITB, lho. Sebanyak 15 orang mahasiswa membuat robot khusus untuk menari.
Mereka membuat Nimas dan Masayu karena hendak mengikuti sebuah perlombaan yang mengharuskan robot pandai menari. Mereka mengikuti Kompetisi Robot Indonesia (KRI) 2017 yang diselenggarakan oleh kemenristek (Kementrian Riset, dan Teknologi)
Akhirnya, mereka berduyun-duyun mengerjakan robot ini hingga mirip dengan seorang penari aslinya. Untuk membuat robot ini memerlukan waktu sebanyak 6 bulan, lho.
Menurut Adi Sutowijoyo, salah satu tim perakit robot ini, perakitan dan rancangan dari robot ini dimulai dari nol.
“Kita sebenarnya sudah sejak tahun lalu menciptakan robot. Untuk Nimas dan Masayu pengembangan dari yang sebelumnya. Namun, perakitannya kita benar-benar mulai dari nol”, ujarnya.
Adi dan kawan-kawan sengaja memprogramkan kedua robot ini dengan lagu khas dari kota Palembang, Gending Sriwijaya. Uniknya, Nimas dan Masayu langsung menari saat lagu Gending Sriwijaya dimainkan.
“Kita memakai sensor suara. Jadi, kalau diputar lagunya nanti kedua robot itu langsung menari. Ketika lagu dihentikan, robot juga akan berhenti bergerak, ”ujar Adi.
Namun, saat mengikuti kompetisi itu mereka terjungkal karena kendala. Sebabnya, Masay mengalami kerusakan. Alhasil, mereka gagal menjuarai kompetisi robot itu.
“Robot Masayu kontrolnya rusak. Sehingga kita gagal lolos”, ujarnya
Meskipun mereka gagal mengukir prestasi di kompetisi robot itu, mereka tak berkecil hati. Adi dan kawan-kawan tetap merasa bangga atas jerih payahnya merakit Nimas dan Masayu. Bahkan, kakak-kakak kita ini akan menciptakan robot lainnya. Wah hebatnya! (SST)
(Sumber foto: okezone.com, kumparan.com, pens.ac.id)
|
|