|
Dua Perempuan Indonesia Taklukkan Gunung Tertinggi di Alaska!
Selasa, 04-Juli-2017
Wah, dua pendaki perempuan asal Indonesia berhasil mendaki gunung Denali di Alaska, Amerika Utara, lho. Di usia yang masih muda, mereka mampu menaklukkan salah satu gunung tertinggi di dunia. Membanggakan sekali ya, APin.
![]() Amerika Utara - Dua pendaki perempuan itu bernama kak Fransiska Dimitri Inkiriwang (23) dan kak Mathilda Dwi Lestari (23). Kedua mahasiswi ini berhasil mendaki gunung Denali, Alaska pada Minggu (2/7) 2017 kemarin.
Dua mahasiswi ini merupakan mahasiswa dari Universitas Parahyangan, Kota Bandung. Untuk mendaki gunung ini, mereka tergabung dalam tim WISSEMU. Kepanjangan dari WISSEMU adalah The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar.
Mereka melewati beberapa camp pada ketinggian tertentu untuk mencapai titik puncak gunung Denali. Gunung yang berada tepat di alaska ini memiliki tinggi 6.190 mdpl, lho. Jadinya, saat mendaki mereka membutuhkan waktu yang sangat lama.Untuk melewati camp-camp itu mereka membutuhkan waktu sebanyak 13 hari lamanya, lho.
Perjalanan mereka dimulai pada tanggal 20 Juni 2017, mereka mencapai basecamp yang memiliki tinggi 2.194 mdpl. Keesokan harinya tim WISSEMU beristirahat di camp pertama dengan ketinggian 2.377 mdpl. Lalu secara bertahap, mereka mampu melewati camp kedua dan ketiga yang memiliki ketinggian 3.413 mdpl dan 4.328 mdpl.
Namun, perjalanan menuju puncak tertinggi gunung Denali tidak dilalui dengan mudah. Sebabnya, musim ini merupakan musim yang cukup sulit dilalui oleh para pendaki. Tim WISSEMU harus bertahan dengan cuaca yang ekstrim dan sangat dingin. Belum lagi, pendakian yang cukup sulit karena badai salju yang mengganas.
Karena kegigihan mereka, akhirnya mereka mampu melewati jalur itu! Di puncak tertinggi itu tim WISSEMU mengibarkan bendera merah putih sembari memainkan alat musik tradisional Jawa Barat, Angklung. Salah satu pendaki tim WISSEMU, kak Fransiska Dimitri Inkiriwang (23) merasa senang atas pencapaian ini.
“Ini semua kami persembahkan untuk Indonesia dan keragaman yang telah ada. Bhinneka Tunggal Ika!, ”ujarnya senang.
Untuk kamu tahu, Gunung Denali memiliki nama lain yaitu The Great One. Nama ini diberikan oleh suku Koyukon Athabascan, yang merupakan penduduk asli sana. Namun, pada tahun 1896 seorang penambang emas menamakan gunung ini Mount Mckinley. Mckinley merupakan nama dari salah satu presiden Amerika pada masa itu. Namun diubah kembali menjadi gunung Denali pada tahun 2015. (SST)
(Sumber foto: bolabanget.id, mongabay.co.id, nationalgeographic.co.id, republika.co.id, tempo.co, unpar.ac.id) |
|